Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter di lingkungan sekolah, Yayasan Miftahuddin mengadakan sebuah pelatihan bertajuk “Kurikulum Cinta” yang disampaikan oleh Bapak Zakir. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memberikan pemahaman kepada pendidik tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran.
Bapak Zakir menjelaskan bahwa kurikulum cinta bukan hanya sekadar materi tambahan, melainkan sebuah pendekatan yang menekankan pada:
Menurut beliau, kurikulum ini mampu menumbuhkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Dalam pelatihan yang dilaksanakan di Yayasan Miftahuddin tersebut, para guru diajak untuk:
Para peserta pelatihan mengaku mendapatkan sudut pandang baru dalam mendidik. Mereka semakin menyadari bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan hati yang penuh kasih.
Bapak Zakir menutup sesi pelatihan dengan pesan:
“Jika pendidikan dibangun di atas dasar cinta, maka setiap anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat, penuh welas asih, dan berkarakter mulia.”
Pelatihan kurikulum cinta di Yayasan Miftahuddin memberikan bekal berharga bagi para pendidik. Dengan pendekatan penuh kasih, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia, cinta ilmu, cinta lingkungan, dan cinta terhadap sesama.
